Assessment Peserta Didik Sekolah Penggerak

SLB MUHAMMADIYAH PONJONG merupakan Sekolah Penggerak angkatan 1. Sebagai sekolah penggerak, maka sejak tahun 2021 telah melaksanakan Kurikulum Merdeka. Yakni pembelajaran dengan menggunakan paradigma baru.

Hal penting dan utama dari pembelajaran paradigma baru ini adalah Assessment Peserta didik. Ada 3 assessment yang harus dilakukan dalam pembelajaran paradigma baru. Pertama, assessment diagnostik, assessment formatif dan assessment sumatif

Pembelajaran

Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, mendorong pengembangan kapasitas belajar.

Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik.

Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.

Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Luluk Bambang Sulistyo

Prinsip Asesmen

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.

Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan.

Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.

Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.

Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran.

Keterkaitan Prinsip Asesmen & Pembelajaran

Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat

Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik

Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan, menghargai budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Oleh: Luluk Bambang Sulistyo

Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 1
Latest posts by SLB Muhammadiyah (see all)
%d blogger menyukai ini: