Membangunkan yang Masih Lelap Tertidur

SD Muhayo Membangunkan yang Masih Tertidur

Mengelola intitusi pendidikan satu dengan lainnya tidaklah sama. Tiap lembaga pendidikan termasuk sekolah memiliki kekhasan, kekhususan, kearifan lokal yang tidak dijumpai di tempat lain. Baik itu dari sisi sosial ekonomi masyarakat, adat istiadat dan budaya setempat, kultur alam, dan kebijakan politik lokal ikut menentukan kekhasan sistem pendidikan disuatu sekolah.

Tugas pokok kepala sekolah berdasarkan Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah khususnya pada Pasal 15 (ayat 1) beban kerja kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Beban kerja Kepala Sekolah tersebut bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan.Untuk mencapai tujuan mengembangkan dan meningkatkan mutu sekolah bukanlah tugas yang ringan dan mudah bagi kepala sekolah. Terlebih dengan adanya karakterikstik sekolah yang tidak sama satu dengan lainnya. Ibarat sedang mengadakan perjalanan di daerah yang cuacanya sering berubah dibutuhkan kebijakan khusus dan kecerdasan membaca perubahan yang sedang terjadi. Sehingga keberhasilan pendidikan di suatu sekolah bila akan kita adopsi, harus terlebih dahulu dilakukan adaptasi penyesuaian dengan kondisi sekolah kita.

Demikian pula yang sedang terjadi di SD Muhammadiyah Bedoyo. Perbaikan adalah proses dan tiada ujung akhirnya karena pendidikan juga proses yang terus berjalan apapun yang terjadi. Perubahan terus berjalan seiring berjalannya waktu. Sosial ekonomi politik terus berubah. Meskipun terjadi perubahan proses pendidikan harus terus berjalan, termasuk di saat pandemi covid-19 seperti saat tulisan ini dibuat.
Perbaikan pendidikan di SD Muhammadiyah Bedoyo diawali dari analisis ‘diri sendiri’, pemetaan kelemahan-kekurangan, nilai plus, peluang dan tantangan. Pada saat yang sama menggalang dukungan dari dalam sekolah termasuk komite, orang tua wali murid dan luar sekolah terutama tomas (tokoh masyarakat) di padukuhan penyokong siswa terbesar.

Sekolah swasta sangat lain dengan sekolah negeri terkait keberlangsungan sekolah. Hidup matinya sekolah swasta sangat tergantung pada jumlah peserta didik. Semakin banyak peserta didik maka keberlangsungan sekolah swasta lebih ‘terjamin’. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit jumlah peserta didiknya akan membuat sekolah swasta sulit mempertahankan keberlangsungannya. Kalau sekolah negeri sebenarnya tidak terlalu pusing dengan jumlah siswa apalagi bagi pendidikan dan tenaga pendidikan ‘berplat merah’.

Supaya sekolah bertahan dan berkembang maka sekolah harus mempunyai daya tarik lebih. Membuat sekolah bermagnet diantaranya membuat kegiatan unggulan. Sekolah bisa dijual bila punya keunggulan atau beda dengan yang lain. Sebagai sekolah yayasan Islam kita buat program unggulan terkait ciri keislaman dan juga program unggulan yang sudah popular bagi masyarakat lokal sekitar sekolah berada. Program unggulan yang disepakati guru adalah tahfidz dan olah raga bola volley. Kurikulum tahfidz dibuat dengan belajar dari sesama sekolah yang sudah dahulu menjalankan baik sesama sekolah Muhammadiyah maupun dari yayasan Islam lainnya. Faktor paling menentukan program unggulan bisa berjalan adalah keberadaan pendidik yang ‘mumpuni’ dibidang tersebut. Aset utama sekolah adalah ada di pendidik. Sehingga keberadaan pendidik yang mampu membawa sekolah mencapai target ‘keunggulan’ ibarat permata di tengah-tengah gurun Sahara.

Supaya sisi positif sekolah yang punya keunggulan bisa tersyiarkan ke tengah masyarakat luas sampai di luar kalurahan, luar kapanewon bahkan sampai luar kabupaten adalah teknik publikasi alias woro-woro. Harus kita sadari lakon utama dalam publikasi sekolah adalah peserta didik beserta orang tua walinya. Merekalah mitra sekolah dalam menyampaikan apa yang terjadi di sekolah kepada masyarakat. Bila sekolah merah mereka akan mengatakan merah bahkan sampai merah tua, bila hitam mereka akan menyiarkan ke masyarakat luas hitam pekat. Mereka adalah pelanggan dari jasa kita ibarat konsumen dalam dunia ekonomi. Konsumen adalah raja. Untuk itu perlu dibuat konsumen nyaman, enjoy dan fun selalu. Komunikasi yang baik dan terprogram salah satu kunci jembatan emas mengeratkan dan menyamakan visi misi sekolah dengan orang tua/ wali murid. Misal buatlah pertemuan rutin dengan ortu dan sekaligus pengajian, parenting, maksimalkan grup whatsapp wali murid, market day, dll.

Selain itu sekolah perlu mengundang pejabat setempat dan tomas (tokoh masyakarat) dalam kegiatan yang dirancang sebagai syiar. Pejabat dan tokoh masyarakat merupakan publik figur yang banyak diikuti perkataan dan sikapnya oleh masyakarat. Kegiatan yang memungkinkan mengundang pejabat dan tomas di luar sekolah seperti pengajian akbar, pentas kreatifitas tutup tahun, wisuda, jalan sehat, ulang tahun sekolah dll. Dalam acara tersebut tampilkan kebolehan peserta didik kita terutama di bidang yang diunggulkan sekolah. Perbanyak anak tampil tidak sehingga akan membuat bangga dan gembira para orang tua dan keluarganya.

Terakhir merupakan kunci pokok keberhasilan kegiatan di sekolah adalah membuat iklim menyenangkan dan membuat semua warga sekolah kerasan tinggal berlama-lama di sekolah. Baik itu karena kegiatan sekolah, tata ruang, pewarnaan, kebersihan, juga suasana hati dan batin warga sekolah. Bila peserta didik tidak mau segera pulang meskipun jam sekolah telah selesai menandakan mereka nyaman, krasan, senang, enjoy dan fun di sekolah. Ikatan kekeluargaan atau ukhuwah yang kuat sesama PTK, wali murid beserta paguyupannya, lingkungan/mager sari dan komite sekolah (ditambah yayasan bagi sekolah yang diselenggarakan masyarakat) merupakan modal terbesar membangunkan kembali sekolah yang masih lelap tertidur.

Usman Musiyanto
Kepala SD Muhayo (Muhammadiyah Bedoyo) – Dimuat di buku berjudul Pengabdian, K3S Kapanewon Ponjong 2020, sumber gambar Image by Free-Photos from Pixabay

Usman Musiyanto
Latest posts by Usman Musiyanto (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.